1. Tidak selamanya penemuan kebenaran ilmiah diperoleh secara ilmiah. Kadangkala kebenaran dapat ditemukan melalui proses non ilmiah. Saudara sebut dan jelaskan 7 kebenaran yang ditemukan melalui proses non ilmiah tersebut !
Jawab:
1. Penemuan Kebenaran secara kebetulan
2. Penemuan kebenaran dengan trial and error
3. Penemuan kebenaran melalui otoritas atau kewibawaan
4. Penemuan Kebenaran secara spekulatif
5. Penemuan kebenaran dengan akal sehat
6. Penemuan kebenaran dengan prasangka
7. Penemuan kebenaran dengan pendekatan inkuitip
Penjelasan
1. Penemuan Kebenaran secara kebetulanSuatu peristiwa yang tidak disengaja kadang-kadang ternyata menghasilkan suatu kebenaran yang menambah perbendaharaan pengetahuan manusia, karena sebelumnya kebenaran itu tidaklah diketahui.Sepanjang sejarah manusia, penemuan secara kebetulan itu banyak terjadi, dan banyak di antaranya yang sangat berguna.Penemuan secara kebetulan diperoleh tanpa rencana, tidak pasti serta tidak melalui langkah-langkah yang sistimatik dan terkendali (terkontrol).
2. Penemuan kebenaran dengan trial and error
Mencoba sesuatu secara berulang-ulang, walaupun selalu menemukan kegagalan dan akhirnya menemukan suatu kebenaran disebut cara kerja trial and error.
3. Penemuan kebenaran melalui otoritas atau kewibawaan
Di dalam masyarakat, kerapkali ditemui orang-orang yang karena kedudukan
pengetahuannya sangat dihormati dan dipercayai. Orang tersebut memiliki kewibawaan yang besar di lingkungan masyarakatnya.Banyak pendapatnya yang diterima sebagai kebenaran.
4. Penemuan Kebenaran secara spekulatif
Cara ini mengandung kesamaan dengan cara trial and error karena mengandung unsur untung-untungan dalam mencari kebenaran. Oleh karena itu cara ini dapat dikatagorikan sebagai trial and error yang teratur dan terarah. Dalam prakteknya seseorang telah memulai dengan menyadari masalah yang dihadapinya, dan mencoba meramalkan berbagai kemungkinan atau alternatif pemecahannya.
5. Akal Sehat
Akal sehat dan ilmu adalah dua hal yang berbeda sekalipun dalam batas tertentu keduanya mengandung persamaan.Menurut Conant yang dikutip Kerlinger (1973:3) akal sehat adalah serangkaian konsep (concepts) dan bagan konseptual (conceptual schemes) yang memuaskan untuk penggunaan praktis bagi kemanusiaan.
6. Prasangka
Pencapaian pengetahuan secara akal sehat diwarnai oleh kepentingan orang yang melakukannya.Hal yang demikian itu menyebabkan akal sehat mudah beralih menjadi prasangka. Dengan akal sehat, orang cenderung mempersempit pengamatannya karena diwarnai oleh pengamatannya itu, dan cenderung mengkambing-hitamkan orang lain atau menyokong sesuatu pendapat .
7. Pendekatan Intuitif
Dalam pendekatan intuitif orang menentukan “pendapat” mengenai sesuatu berdasar atas “pengetahuan” yang langsung atau didapat dengan cepat melalui proses yang tak disadari atau yang tidak difikirkan lebih dahulu. Dengan intuisi, orang memberikan penilaian tanpa didahului sesuatu renungan.Pencapaian pengetahuan yang demikian itu sukar dipercaya.Di sini tidak terdapat langkahlangkah yang sistematik dan terkendali.Metode yang demikian itu biasa disebut metode a-priori.Dalil-dalil seseorang yang a-priori cocok dengan penalaran, belum tentu cocok dengan pengalaman atau data empiris.
2. Hubungan antara penelitian, ilmu dan kebenaran menurut Almack dan Whitney terdapat perbedaan dalam menetapkan hasil. Menurut pendapat Saudara, teori mana yang relevan di dalam aplikasinya !
Jawab:
Whitney (1960)
3. Kebenaran Ilmiah dapat diterima dikarenakan oleh tiga hal yaitu : adanya koheren, adanya koresponden dan pragmatis. Saudara beri 2 (dua) contoh untuk masing-masing hal tersebut aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari
Jawab:
Semua mahasiswa harus mengambil mata kuliah metode penelitian.
Amir adalah mahasiswa,oleh karenanya Amir harus mengambil mata kuliah metode penelitian
Kebenaran Ilmiah
Contoh korespondens..
Mahasiswa A membawa modul pada saat kuliah metode penelitian
Mahasiswa B membawa modul pada saat kuliah metode penelitian
Kesimpulan : Semua mahasiswa membawa modul pada saat kuliah metode penelitian
4. Proses berpikir lahir dari suatu rasa sangsi akan sesuatu dan keinginan untuk memperoleh suatu ketentuan, yang kemudian tumbuh menjadi suatu masalah yang khas. Saudara sebut dan jelaskan bagaimana kira-kira proses yang terjadi ketika berpikir !
Jawab:
A. Pembentukan Pengertian : Pengertian, atau lebih tepatnya disebut sebagai pengertian logis dibentuk melalui tiga tingkatan yaitu Mengenalisis, Membanding - bandingkan, Mengabstraksikan.
B. Pembentukan Pendapat : meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. Pendapat yang dinyatakan dalam bahasa disebut dengan kalimat, yang terdiri dari pokok kalimat atau subjek dan sebutan atau predikat
C. Penarikan Kesimpulan atau Pembentukan Keputusan : hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada
5. Saudara jelaskan kontribusi dari teori terhadap penelitian !
Jawab:
Teori adalah serangkaian asumsi, konsep, konstrak, dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena sosial secara sistematis dengan cara merumuskan hubungan antarkonsep.
6. Saudara jelaskan dan beri contoh dari kualifikasi peneliti menurut Whitney(1960) !
Jawab:
Yang dimaksud dari Whitney (1960) adalah seorang penelit harus mempunyai kempuan khusus dalam arti harus daya ingat yang luas dan juga dapat bekerjasama dalam tim sehingga mendapatkan hasil yang bagus dan akurat dan dapat di percaya kebenarannya.
Contohnya: Mahasiswa A membawa modul pada saat kuliah metode penelitian
Mahasiswa B membawa modul pada saat kuliah metode penelitian
Kesimpulan : Semua mahasiswa membawa modul pada saat kuliah metode penelitian
7. Apakah perbedaan antara penelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif, berikan contoh untuk masing-masing jenis penelitian tersebut !
Jawab:
Kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya.Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam. Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.
Penelitian kuantitatif banyak dipergunakan baik dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial, dari fisika dan biologi hingga sosiologi dan jurnalisme. Pendekatan ini juga digunakan sebagai cara untuk meneliti berbagai aspek dari pendidikan. Istilah penelitian kuantitatif sering dipergunakan dalam ilmu-ilmu sosial untuk membedakannya dengan penelitian kualitatif.
Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan.Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian.Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif.Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.
Contoh : Hubungan antara iklan dan nilai penjualannya. Dalam hal ini hubungan interaktif, artinya makin banyak uang yang dikeluarkan maka akan semakin banyak nilai penjualan, tetapi sebaliknya makin banyak nilai penjulan maka alokasi dana untuk iklan juga akan semakin tinggi.
Kuantatif.
Contoh : Pengaruh iklan terhadap nilai penjualan, artinya semakin banyak iklan yang ditayangkan maka akan semakin banyak nilai penjualan. Iklan sebagai variabel independen ( sebab ) dan nilai penjualan sebagai variabel dependen ( akibat )
8. Di negara-negara yang sedang berkembang, pengembangan penelitian sangat ditentukan oleh tingkat pengetahuan, keterampilan serta kualifikasi si peneliti. Menurut Boyce dan Evenson, ada 4 (empat) tingkat keterampilan dalam melaksanakan penelitian yaitu : keterampilan inventif, keterampilan teknis, keterampilan teknis-ilmiah dan keterampilan ilmiah-konseptual. Saudara jelaskan dan beri contoh aplikasinya untuk masing-masing tingkat keterampilan dimaksud
Jawab:
A. Keterangan inventif merupakan sifat umum dari manusia. contohnya Seorang petani yang sederhana
dapat menemukan sesuatu dengan pengalaman
B. Keterampilan teknis adalah hasil dari terapan dari text book untuk memecahkan masalah-masalah
teknis yang dihadapi. contohnya keterampilan yang dipunyai sarjana lulusan universitas
C. Keterampilan teknis-ilmiah:Keterampilan ini berjenis-jenis tingkatnya dan keterampilan yang diperoleh
dapat menguasai teknik dan cukup kemampuan ilmiah serta ackground teori dalam mengadakan
analisis.
D. Keterampilan ilmiah konseptual : Dengan meningkatnya deraja keilmuan seseorang dan semakin
dekatnya seseorang mencapai scientific frontier of knowledge serta pengalaman yang cukup banyak,
maka sipeneliti telah memperoleh keterampilan konsepsional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar